Skip to main content

Posts

Review Pembalut Kain

Setiap bulannya biasanya kaum perempuan kedatangan tamu yang menjadi suatu siklus rutin. Tamu yang datang ini seringnya bikin para perempuan gelisah dan gundah gulana. Hampir sebagian perempuan biasanya mengalami perubahan mood yang drastis (itu kenapa perempuan sering bete kalau lagi menjelang ataupun saat datang bulan). Nah untuk saya sendiri, tanda-tanda yang sedikit mengesalkan kalau tamu tersebut hendak datang antara lain: nafsu makan super duper meningkat ga bisa dikontrol, pengen makan makanan yang pedes banget, kadang muncul bete terus, sensitif banget (bawaannya pengen nangis terus), ada beberapa bagian tubuh yang sakit, kram di bagian paha (nggak tahu apakah banyak perempuan yang mengalaminya juga atau nggak), dan puncaknya adalah sakit perut yang cukup luar biasa yang dirasakan saat sehari sebelum atau hari pertama menstruasi. Kalau sakit perut itu wajar dirasakan oleh sebagian perempuan. Memang ada perempuan yang nggak merasakan apa-apa saat datang bulan, seperti yang ...

Totally Recommended: Sabtu Bersama Bapak

“Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat” “Iya, sih. Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat” Sudah beberapa kali saya membaca “Sabtu Bersama Bapak” dan sampai saat ini saya masih belum merasa bosan untuk membacanya. Waktu pertama kali lihat dari sampulnya di toko buku, saya kira alur cerita dari buku ini menyedihkan. Tapi totally wrong , malahan buku ini penuh banyak pesan dan motivasi. Selain itu, yang saya suka dari buku ini adalah gaya bahasanya yang ringan jadi mudah untuk dimengerti. Buku ini bercerita tentang seorang pria yang belajar mencari cinta, seorang pria yang belajar menjadi seorang suami dan ayah yang baik, seorang ibu yang membesarkan anaknya, serta seorang bapak yang meninggalkan pesan untuk anak-anaknya. Bapak yang hanya bisa hadir di hadapan anak-anaknya di setiap hari Sabtu. Sehingga mengapa buku ini berjudul “Sabtu Bersama Bapak”. Menurut saya buku ini penuh inspirasi terutama bagi diri saya sendir...

Kartini Cilik

Ini bukti piagam penghargaannya, tapi sayang cetakan nama saya salah :(  Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, hari yang bisa dibilang sakral bagi kaum hawa di Indonesia. Karena sosok Ibu Kartini ini yang turut memperjuangkan kesetaraan derajat wanita. Nggak ada hal khusus yang terjadi di hari Kartini tahun ini di hidup saya. Tapi peringatan hari Kartini itu akan pasti mengingatkan saya ke beberapa tahun silam, di masa kecil saya. Dulu waktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar, biasanya di bulan April ini ada perayaan Hari Kartini. Semua murid baik cewek maupun cowok diperintahkan untuk menggunakan baju adat, kalau cewek sih dianjurkan berkebaya. Nah ada yang berbeda saat tahun 2004, dan waktu itu saya duduk di bangku kelas 6. Ada tawaran menarik dari guru saya, langsung loh nunjuk saya juga (karena yang ditunjuk ada 3 orang termasuk saya). Waktu itu saya dan kedua teman saya dipanggil menuju ruang kepala sekolah, langsung dong rasanya deg-degan. Takut...

The old us.

I still remember the way you call me, the way you look at me, and the way you talk to me But, there's a space between you and me now Good bye, you, the only one and the most I want Let our dreams fly away and disappear I miss you, the old you. I miss the old us.

Kamu yang Memilih!

Kamu lebih memilih berlari sendiri. Iya kamu lebih memilih itu. Taukah kamu nggak ada orang yang nggak ingin menuju ke suatu yang lebih baik. Akupun begitu, aku ingin menuju ke sana. Tapi kamu lebih membiarkan aku berjalan sendiri. Kamu memilih untuk berlari sendiri, karna kamu tau mungkin aku tak akan bisa berlari secepat kamu. Aku berharap kita bisa berjalan pelan-pelan bersama. Aku berharap kamu bisa mendampingi dan membimbing aku untuk berjalan bersama menuju garis finish itu. Tapi apalah daya itu hanya sebuah harapanku semata. Kamu lebih senang berlari sendiri. Yasudah jika memang itu yang kamu pilih. Jangan tengok ke belakang, jangan tengok aku lagi. Cukuplah kamu mengejar semuanya, aku yakin kamu akan jadi lebih baik lagi, jauh lebih baik dari semua prasangkamu yang kau tujukan padaku. Biarkan aku berjalan perlahan dan terseok-seok sendiri. Sampai jumpa di kehidupan lain entah kapan itu, dan entah apakah kita akan dipertemukan atau dipasangkan untuk bersama lagi. Hanya Tuhan yan...