Skip to main content

Posts

#EdisiNonton : The Road to Red Restaurants List

taken from Netflix Sekarang lagi ketagihan banget nonton drama series Jepang yang edisi Kuliner di Netflix, why should be Netflix? Karena yang emang langganan cuma Netflix doang, itupun dibayarin Kakak, hohoho. Aku baru aja menyelesaikan drama Jepang ini yang judulnya "The Road to Red Restaurants List" di Netflix. Yaelah tidak efektif sekali ya, informasinya diulang-ulang. Drama ini direkomendasikan oleh teman kontrakanku. Karena waktu itu aku juga sempat nonton drama Jepang tentang kuliner gitu, judulnya Izakaya Bottakuri, mungkin ntar aku bikinkan review tersendiri.  Temanku cerita ada drama yang mungkin bisa bikin aku suka, udah direkomendasikan dari tahun 2021 sebenernya karena aku orangnya mageran dan sok sibuk jadi akhirnya baru aku tonton. Thanks to covid, it makes me to stay at home and can't do anything.  Drama ini menyenangkan sekali, mengesankan karena cerita yang dihadirkan itu ringan dan hangat (mengahangatkan hati, ceileh). Menceritakan seorang karyawan kant...

Pertautan Dua Insan

Dear Sunshine ,  Tanpa terasa ternyata sudah tahun 2022, waktu bergulir dengan begitu cepat. Banyak hal yang terjadi di kehidupan ini, berkah yang luar biasa, banyak hal yang datang dan pergi. Kali ini mau cerita tentang berkah yang luar biasa yang terjadi di tahun lalu, tahun 2021. Hal yang bener-bener nggak terpikirkan tiba-tiba ada orang yang datang di kehidupan aku dan mengajak untuk menikah. Aku juga mau cerita ini karena sebenernya hampir banyak orang yang nggak tau sama sekali tentang cerita yang lalu, karena aku hampir nggak cerita sama sekali sama orang-orang dekat kecuali teman serumah dan keluarga (dengan versi cerita yang terbatas). Semoga tulisan ini juga bisa memberikan pencerahan yang sebenar-benarnya dan semisal kalau ada yang salah sangka jadi urung untuk berprasangka yang buruk. Semenjak hubungan asmara yang berakhir, banyak yang silih datang berganti, tetapi beneran memang aku yang belum yakin untuk bisa berhubungan kembali karena belum siap untuk merasa sakit ha...

A Warm Welcome

 Dear Sunshine, ish ceileh Sunshine, lucu kali ya kalau manggil para pembaca dengan sunshine, harapannya sih kita punya hari dan cerita yang terus bersinar, bisa menggembirakan hati. Ceileeeeh, tapi boleh sih diaminkan. Akhirnya aku nulis di blog ini lagi ya, setelah hiatus lama (mungkin hampir setahun lebih). Dan selama itu juga sudah banyak hal yang terjadi di kehidupan aku, banyak keajaiban dari Allah yang tidak terduga. Aku bersyukur sekali banyak hal baik yang dikabulkan Allah, doa-doa yang dipanjatkan saat malam, satu per satu dikabulkan Allah.  Dengan kebaikan dari Allah itu aku sangat sangat sangat percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa yang dipanjatkan hamba-Nya. Di titik ini aku malah ngerasa aku yang semakin jauh dari Allah, malu rasanya. Allah sudah banyak mengabulkan doa dengan cara-Nya, memang nggak instan. Ada yang setelah sekian tahun doa tersebut baru dikabulkan, dengan cara yang tidak langsung tetapi harus melewati hal-hal yang rumit terlebih dahulu. Atau b...

Belajar Bersyukur

KL Forest Ecopark, Malaysia Dari segala perjalanan hidup yang aku lewati, alhamdulillah Allah mengantarkan aku pada kesadaran untuk selalu belajar bersyukur. Semua kebahagiaan, kepahitan, dan kehilangan membuat aku sadar bahwa ini alur kehidupan yang akan dirasakan oleh setiap umat manusia walaupun dengan cara yang berbeda. Aku perempuan dengan usia 27 tahun saat ini. Di umur segini, teman-teman sebayaku udah banyak yang menikah, menjalani kehidupan rumah tangga, memiliki anak, dan ujian kehidupan yang lebih kompleks yang belum bisa dimengerti dengan perempuan single seperti aku. Jujur, aku pernah di titik yang merasa galau dengan jodoh. Terlebih ketika aku merasakan patah hati sepatah-patahnya yang membuat aku berada di titik rendah. Selalu menggalau dengan kedatangan jodoh yang entah kapan akan datang. Tapi semenjak kepergian Bapak selama-lamanya, aku sadar bahwa hidup ini sudah diatur sedemikiam rupa oleh Allah. Kita hanya berikhtiar dan berdoa tanpa harus cemas. Ka...

Kesendirian

Terhitung sudah cukup lama saya ga memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis. Mungkin sekitar 4 tahun, karena kalau dihitung dari kata putus ya sejak tahun 2015 tapi kalau masih diruntut lagi sebenernya ada kesepakatan baru yang memang tidak jelas antara aku dan yang lalu. Heran rasanya mengetahui teman kerja ada yang baru saja putus, kemudian beberapa bulan setelahnya katanya telah menemukan kecocokan dengan perempuan baru. Sampai aku bertanya-tanga apakah secepat itu untuk laki-laki berpindah ke lain hati?  Banyak temenku (terutama teman laki-laki) yang sering menyatankan aku untuk move on, karena alasan aku belum menemukan sosok yang aku mau, katanya karena aku belum bisa move on. Kemudian aku merenungkan perkataan mereka. Mereka salah. Aku sudah move on kok. Move on bukan berarti melupakan, tapi bisa berarti mengikhlaskan dia untuk pergi, bahkan bersama dengan yang lain yang menjadi pilihannya saat ini walaupun dengan cara yang tidak baik. Mungkin karena 2 a...

Semoga akan ada jalan untuk kita berdua

Aku tau nggak banyak waktu yang bisa kita habiskan Bahkan untuk saling menyapa Mengenal satu sama lain Aku hanya sekedar tau namamu Beruntungnya, di ujung pertrmuan, aku menemukan nama lengkapmu Aku bisa mengetikkan namamu di mesin pencarian yang ternama itu dan media sosial Namun sayangnya, kamu pasti tak tau namaku Entah, akan adakah kesempatan bagi kita untuk berjumpa dan mengobrol Tapi satu yang kuyakini adalah Membawa namamu dalam doaku Aku tau mungkin ini terlalu cepat Aku tak tau siapa dirimu yang sesungguhnya Tapi percayalah, jikalau kamu memang baik, dan Allah mengizinkan kita untuk saling mengenal Tentu akan ada jalan yang dimudahkan untuk kita berdua Biarkan Allah yang tau tentang segalanya Tentang perasaan yang terpendam Tentang niat yang ingin lebih mengenalmu walau aku tak tau harus bagaimana Dan belum tentu pun bersambut dari mu Hanya cukup menyebut namamu dalam setiap sujudku Setiap bulir-bulir doa yang aku ucapkan seusai sholatku Tak perlu meng...

The Charming One

Benar kata Raisa dalam lagu, kalau jatuh hati dan jatuh cinta itu berbeda.  Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu Terkagum pada pandangmu...... Sepenggal lirik lagu yang sedang aku alami beberapa waktu lalu. Alkisah, di Medan ini setelah penempatan dapet di Kantor Pusat, aku memilih kosan yang lebih dekat dengan kantor. Karena males nyari, dapet referensi kos dari temen dan juga banyak yang mau ngekos di situ, oke dah setuju aja. Sayangnya memang dapet kosan campur cewek-cowok. Kosan yang tabu ditemukan saat kuliah dulu di Solo, tapi karena waktu itu pernah numpang neduh di kos Kakak yang juga campur jadi memaklumi kalo kosan campur bagi karyawan dan di kota besar itu hal yang lumrah. Di kosan itu dibagi dua kubu, lantai satu untuk cowok, lantai dua untuk cewek, dan cowok ga boleh naik ke lantai dua. Oke, jadi lumayan terjaga juga apalagi untuk mbak-mbak yang berjilbab seperti aku. Nah dari beberapa cowok yang ngek...