Skip to main content

Posts

A Warm Welcome

 Dear Sunshine, ish ceileh Sunshine, lucu kali ya kalau manggil para pembaca dengan sunshine, harapannya sih kita punya hari dan cerita yang terus bersinar, bisa menggembirakan hati. Ceileeeeh, tapi boleh sih diaminkan. Akhirnya aku nulis di blog ini lagi ya, setelah hiatus lama (mungkin hampir setahun lebih). Dan selama itu juga sudah banyak hal yang terjadi di kehidupan aku, banyak keajaiban dari Allah yang tidak terduga. Aku bersyukur sekali banyak hal baik yang dikabulkan Allah, doa-doa yang dipanjatkan saat malam, satu per satu dikabulkan Allah.  Dengan kebaikan dari Allah itu aku sangat sangat sangat percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa yang dipanjatkan hamba-Nya. Di titik ini aku malah ngerasa aku yang semakin jauh dari Allah, malu rasanya. Allah sudah banyak mengabulkan doa dengan cara-Nya, memang nggak instan. Ada yang setelah sekian tahun doa tersebut baru dikabulkan, dengan cara yang tidak langsung tetapi harus melewati hal-hal yang rumit terlebih dahulu. Atau b...

Belajar Bersyukur

KL Forest Ecopark, Malaysia Dari segala perjalanan hidup yang aku lewati, alhamdulillah Allah mengantarkan aku pada kesadaran untuk selalu belajar bersyukur. Semua kebahagiaan, kepahitan, dan kehilangan membuat aku sadar bahwa ini alur kehidupan yang akan dirasakan oleh setiap umat manusia walaupun dengan cara yang berbeda. Aku perempuan dengan usia 27 tahun saat ini. Di umur segini, teman-teman sebayaku udah banyak yang menikah, menjalani kehidupan rumah tangga, memiliki anak, dan ujian kehidupan yang lebih kompleks yang belum bisa dimengerti dengan perempuan single seperti aku. Jujur, aku pernah di titik yang merasa galau dengan jodoh. Terlebih ketika aku merasakan patah hati sepatah-patahnya yang membuat aku berada di titik rendah. Selalu menggalau dengan kedatangan jodoh yang entah kapan akan datang. Tapi semenjak kepergian Bapak selama-lamanya, aku sadar bahwa hidup ini sudah diatur sedemikiam rupa oleh Allah. Kita hanya berikhtiar dan berdoa tanpa harus cemas. Ka...

Kesendirian

Terhitung sudah cukup lama saya ga memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis. Mungkin sekitar 4 tahun, karena kalau dihitung dari kata putus ya sejak tahun 2015 tapi kalau masih diruntut lagi sebenernya ada kesepakatan baru yang memang tidak jelas antara aku dan yang lalu. Heran rasanya mengetahui teman kerja ada yang baru saja putus, kemudian beberapa bulan setelahnya katanya telah menemukan kecocokan dengan perempuan baru. Sampai aku bertanya-tanga apakah secepat itu untuk laki-laki berpindah ke lain hati?  Banyak temenku (terutama teman laki-laki) yang sering menyatankan aku untuk move on, karena alasan aku belum menemukan sosok yang aku mau, katanya karena aku belum bisa move on. Kemudian aku merenungkan perkataan mereka. Mereka salah. Aku sudah move on kok. Move on bukan berarti melupakan, tapi bisa berarti mengikhlaskan dia untuk pergi, bahkan bersama dengan yang lain yang menjadi pilihannya saat ini walaupun dengan cara yang tidak baik. Mungkin karena 2 a...

Semoga akan ada jalan untuk kita berdua

Aku tau nggak banyak waktu yang bisa kita habiskan Bahkan untuk saling menyapa Mengenal satu sama lain Aku hanya sekedar tau namamu Beruntungnya, di ujung pertrmuan, aku menemukan nama lengkapmu Aku bisa mengetikkan namamu di mesin pencarian yang ternama itu dan media sosial Namun sayangnya, kamu pasti tak tau namaku Entah, akan adakah kesempatan bagi kita untuk berjumpa dan mengobrol Tapi satu yang kuyakini adalah Membawa namamu dalam doaku Aku tau mungkin ini terlalu cepat Aku tak tau siapa dirimu yang sesungguhnya Tapi percayalah, jikalau kamu memang baik, dan Allah mengizinkan kita untuk saling mengenal Tentu akan ada jalan yang dimudahkan untuk kita berdua Biarkan Allah yang tau tentang segalanya Tentang perasaan yang terpendam Tentang niat yang ingin lebih mengenalmu walau aku tak tau harus bagaimana Dan belum tentu pun bersambut dari mu Hanya cukup menyebut namamu dalam setiap sujudku Setiap bulir-bulir doa yang aku ucapkan seusai sholatku Tak perlu meng...

The Charming One

Benar kata Raisa dalam lagu, kalau jatuh hati dan jatuh cinta itu berbeda.  Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu Terkagum pada pandangmu...... Sepenggal lirik lagu yang sedang aku alami beberapa waktu lalu. Alkisah, di Medan ini setelah penempatan dapet di Kantor Pusat, aku memilih kosan yang lebih dekat dengan kantor. Karena males nyari, dapet referensi kos dari temen dan juga banyak yang mau ngekos di situ, oke dah setuju aja. Sayangnya memang dapet kosan campur cewek-cowok. Kosan yang tabu ditemukan saat kuliah dulu di Solo, tapi karena waktu itu pernah numpang neduh di kos Kakak yang juga campur jadi memaklumi kalo kosan campur bagi karyawan dan di kota besar itu hal yang lumrah. Di kosan itu dibagi dua kubu, lantai satu untuk cowok, lantai dua untuk cewek, dan cowok ga boleh naik ke lantai dua. Oke, jadi lumayan terjaga juga apalagi untuk mbak-mbak yang berjilbab seperti aku. Nah dari beberapa cowok yang ngek...

Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Ini review produk pertama yang aku tulis, sebenarnya mau bikin di blog lain tapi satu blog aja ga keurus, kok mau nulis di blog lain. Lagian blog ini udah pakai nama aku sendiri, jadi mubadzir kalau ga dioptimalkan. Kulit aku itu tipenya acne prone , jadi memang harus hati-hati untuk pakai suatu produk. Cleanser ini semacam pembersih wajah yang menjadi suatu barang wajib untuk aku gunakan sehari-hari. Sudah beberapa produk cleanser atau facial wash yang aku coba, ada yang cocok, ada juga yang enggak. Tapi semenjak aku menemukan Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini, aku jatuh cinta banget sama produk yang satu ini. Sangat cinta, melebihi cintaku padamu, aiiih. Pertama tau produk ini dari berbagai macam beauty blogger maupun vlogger yang review cleanser satu ini, dan review- nya juga kebanyakan bilang ini produk bagus. Awalnya sih ragu-ragu mau nyoba, takut ga cocok dan takut jadi bruntusan juga. Karena sebelum pakai Cetaphi l ini, aku juga sudah menemukan facial wash yang ...

Membongkar

Akhir-akhir ini aku sering ditunjuk untuk membawakan acara. Berawal dari saat masa induksi, ada beberapa fasilitator yang meminta kami untuk memperkenalkan diri satu per satu. Jadi setiap pegawai memperkenalkan diri menggunakan microphone . Hingga suatu saat ada yang menyadari dan nyeletuk ke aku, "Kak, suara kakak bagus kayak penyiar". Waduh bisa gawat nih pikirku. Dari situlah, anak-anak lain dipengaruhi dengan cerita simpang siur itu, hahaha. Awalnya hanya membawakan acara untuk kalangan internal angkatan sendiri saja, eh malah sekarang kalau ada acara, banyak yang menyebutkan nama aku. Bahkan ada tim marketing -nya yang mempromosikan aku. Nggak banyak yang tau memang kalau dulu aku pernah siaran, lebih tepatnya sih belajar siaran. Waktu SMA, aku pernah ikut audisi (Bukan Indonesian Idol)  menjadi penyiar di salah satu radio favorit anak muda di tempat aku tinggal. Namun sayangnya waktu itu aku gagal. Suatu hari, teman aku cerita kalau radio tempatnya siaran sedang me...